Kalimat Laa ilaaha illa Alloh adalah kalimat tauhid dan tujuan diturunkannya kitab suci. Demikian juga merupakan pembuka dakwah para rosul, kewajiban pertama dan terakhir, dan syarat Islam dan iman. Sehingga kita wajib mengetahui dengan sebenar-benarnya. Karena banyak orang Islam tidak memahami maknanya secara benar, sehingga mereka terjerumus ke dalam perkara yang membatalkannya atau mengu-rangi kesempurnaannya.
Baca entri selengkapnya »
Syahadat sering diartikan dengan: persaksian; pengakuan; ikrar. Sesungguhnya syahadat memuat empat perkara, yaitu: perkataan, ilmu, keyakinan, dan amal.
Dengan demikian orang yang mengikrarkan syahadatain, dia wajib mengikrarkan dan memberitahukan kepada orang lain, dengan disertai ilmu dan pemahaman tentang makna syahadatain, dengan keyakinan kebenaran kandungannya, dan pengamalan terhadap isinya. Baca entri selengkapnya »
Dua syahadat, syahadat Laa ilaaha illa Alloh dan syahadat Muhammad Rosululloh, memiliki kedudukan yang sangat penting di dalam agama Islam. Laa ilaaha illa Alloh merupakan kalimat tauhid, sedangkan syahadat Muhammad Rosululloh shollallohu ‘alaih wa sallam merupakan jalan dan prakteknya. Sehingga kedua syahadat ini tidak dapat dipisahkan. Jika disebut syahadat Laa ilaaha illa Alloh, maka ini mengharuskan syahadat Muhammad Rosululloh. Dan jika disebut syahadat Muhammad Rosululloh, maka ini mengandung syahadat Laa ilaaha illa Alloh.
Untuk mengetahui hal ini, di sini akan kami sampaikan beberapa keterangan yang menunjukkan tingginya nilai syahadatain.
Sesungguhnya Alloh telah menciptakan manusia, dari tidak ada menjadi hidup di dunia ini. Alloh juga telah memberikan rejeki dan berbagai keperluan hidup manusia selama di dunia ini. Dia juga memberikan akal dan naluri, yang dengannya -secara global- manusia dapat membedakan apa-apa yang bermanfaat baginya dan yang membahayakannya.
Alloh menjadikan manusia dapat mendengar, melihat, berfikir, berbicara, dan berusaha. Sesungguhnya itu semua sebagai sarana-sarana ujian, apakah manusia akan bersyukur kepada Penciptanya, beribadah kepadaNya semata, taat dan tunduk terhadap syari’atNya, ataukah mengingkari kenikmatan dan menentang terhadap agamaNya.
Baca entri selengkapnya »