<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menebar Sunnah Menuai Berkah</title>
	<atom:link href="http://nurussunnah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurussunnah.wordpress.com</link>
	<description>Blog Buletin Dakwah Nurussunnah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 May 2008 12:31:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nurussunnah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menebar Sunnah Menuai Berkah</title>
		<link>http://nurussunnah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nurussunnah.wordpress.com/osd.xml" title="Menebar Sunnah Menuai Berkah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nurussunnah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MAKNA &#8220;LAA ILAAHA ILLALLOH&#8221;</title>
		<link>http://nurussunnah.wordpress.com/2008/05/23/makna-laa-ilaaha-illalloh/</link>
		<comments>http://nurussunnah.wordpress.com/2008/05/23/makna-laa-ilaaha-illalloh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 12:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurussunnah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurussunnah.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Kalimat Laa ilaaha illa Alloh adalah kalimat tauhid dan tujuan diturunkannya kitab suci. Demikian juga merupakan pembuka dakwah para rosul, kewajiban pertama dan terakhir, dan syarat Islam dan iman. Sehingga kita wajib mengetahui dengan sebenar-benarnya. Karena banyak orang Islam tidak memahami maknanya secara benar, sehingga mereka terjerumus ke dalam perkara yang membatalkannya atau mengu-rangi kesempurnaannya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurussunnah.wordpress.com&amp;blog=1818032&amp;post=8&amp;subd=nurussunnah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalimat Laa ilaaha illa Alloh adalah kalimat tauhid dan tujuan diturunkannya kitab suci. Demikian juga merupakan pembuka dakwah para rosul, kewajiban pertama dan terakhir, dan syarat Islam dan iman. Sehingga kita wajib mengetahui dengan sebenar-benarnya. Karena banyak orang Islam tidak memahami maknanya secara benar, sehingga mereka terjerumus ke dalam perkara yang membatalkannya atau mengu-rangi kesempurnaannya.<br />
<span id="more-8"></span><br />
<strong>MAKNANYA:</strong><br />
Laa Ilaaha Illa Alloh artinya adalah: Tidak ada yang diibadahi dengan hak (benar) kecuali Alloh. Ilaah artinya adalah ma’buud (yang diibadahi), yaitu yang ditaati dengan mutlak dengan penuh kecintaan, ketundukan, berharap, dan takut. Karena makna ibadah adalah: puncak ketundukan yang disertai puncak kecintaan.</p>
<p><strong>MAKNA laa ilaaha illa Alloh menurut Al-Qur’an.</strong><br />
Makna kalimat Laa Ilaaha Illa Alloh ini telah ditunjukkan oleh banyak ayat-ayat Al-Qur’an. Inilah di antaranya:</p>
<p>1. Firman Alloh :<br />
{وَ مَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلاَّ نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لآ إِلَهَ إََِّلآ أَنَا فَاعْبُدُونِ}<br />
Dan Kami tidak mengutus seorang rosul sebelum-mu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: &#8220;Bahwasanya tidak ada Ilaah (yang hak) melainkan Aku, maka beribadahlah kepadaKu&#8221;. [QS. Al-Anbiya (21): 25]</p>
<p>2. Firman Alloh :<br />
{وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أَمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ}<br />
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): &#8220;Beribadahlah kepada Alloh (saja), dan jauhilah Thogut (yaitu: segala yang diibadahi selain Alloh) itu&#8221;. [QS. An-Nahl (16): 36]</p>
<p>3. Firman Alloh :<br />
{آلر . كِتَابٌ أُحْكِمَتْ ءايَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ * أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلاَّ اللهَ إِنَّنِي لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ}<br />
Alif Laam Raa&#8217;, (inilah) suatu kitab (yang agung),  ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Alloh) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.<br />
Agar kamu tidak beribadah selain kepada Alloh. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripada-Nya. [QS. Hud (11): 1-2]</p>
<p>4. Firman Alloh :<br />
{وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا}<br />
Beribadahlah kepada Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. [QS. An-Nisaa (4): 36]</p>
<p>5. Firman Alloh :<br />
{إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}<br />
Hanya kepadaMu kami beribadah, dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan. [QS. Al-Fatihah (1): 5]</p>
<p><strong>MAKNA laa ilaaha illa Alloh menurut As-Sunnah/Al-Hadits.</strong><br />
Demikian juga kita dapati penjelasan makna kalimat Laa ilaaha illa Alloh di dalam hadits-hadits yang sangat banyak, di antaranya:</p>
<p>1. Kaisar Romawi, yang bernama Heraklius, bertanya kepada Abu Sufyan: “Apa yang dia (Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam) perintahkan kepada kamu?” Abu Sufyan menjawab:<br />
((يَقُولُ اعْبُدُوا اللَّهَ وَحْدَهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَاتْرُكُوا مَا يَقُولُ آبَآؤُكُمْ وَيَأْمُرُنَا بِالصَّلاَةِ وَالزَّكَاةِ وَالصِّدْقِ وَالْعَفَافِ وَالصِّلَةِ))<br />
Dia (Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam) memerintah: “Beribadahlah kepada Alloh saja, janganlah kamu menyekutukan sesuatupun denganNya. Tinggalkan apa yang dikatakan oleh bapak-bapak kamu”. Dia  (Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam) juga meme-rintahkan kami dengan sholat, zakat, jujur, menjaga kehor-matan, dan berbuat baik kepada kerabat. [Kalimat dari sebuah hadits shohih yang panjang, riwayat Bukhori, no: 6]</p>
<p>2. Nabi shollallohu alaihi wa sallam memerintahkan kepada para duta suku Abdul Qois dengan sabda beliau :<br />
((اعْبُدُوا اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَصُومُوا رَمَضَانَ وَأَعْطُوا الْخُمُسَ مِنْ الْغَنَائِمِ))<br />
Beribadahlah kepada Alloh saja, janganlah kamu menyekutukan sesuatupun denganNya; tegak-kanlah sholat; bayarlah zakat; dan puasalah bulan Romadhon. Dan berikanlah seperlima dari ghonimah (harta rampasan perang) [Hadits Riwayat Muslim, no: 18]</p>
<p><strong>MAKNA laa ilaaha illa Alloh menurut penjelasan ulama.</strong><br />
Setelah kita sampaikan makna kalimat Laa ilaaha illa Alloh menurut Al-Kitab dan As-Sunnah, marilah kita perhatikan penjelasan ulama tentang makna kalimat ilaah, sehingga kita akan memahami kalimat tauhid dengan benar. Penjelasan para ulama di bawah ini kami nukil dari kitab Fathul Majid, hlm: 37, karya: Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh, penerbit: Dar Ibni Hazm.</p>
<p>1.    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rohimahulloh– (wafat 728 H) berkata: “Ilaah artinya adalah yang ditunduki dan ditaati. Karena ilaah adalah ma’luuh, yaitu yang berhak diibadahi, dan keadaanNya yang berhak di-ibadahi karena Dia memiliki sifat-sifat yang mengharuskan Dia menjadi yang dicintai dengan puncak kecintaan, ditunduki dengan puncak ketundukan”.</p>
<p>2.    Imam Ibnul Qoyyim –rohimahulloh– (wafat 751 H) berkata: “Ilaah adalah yang ditunduki oleh hati dengan kecintaan, pengagungan, selalu kembali (taat), penghormatan, menghinakan diri, kepatuhan, rasa takut, berharap, dan kepasrahan”.</p>
<p>3.    Imam Ibnu Rojab Al-Hambali –rohimahulloh– (wafat 795 H) berkata: “Ilaah adalah yang ditaati tanpa dimaksiati, dengan ketundukan, pengagungan, ke-cintaan, rasa takut, berharap, kepasrahan kepadaNya, meminta kepadaNya, dan berdoa kepada-Nya. Dan itu semua tidak pantas kecuali (ditujukan) kepada Alloh”.</p>
<p><strong>MAKNA salah laa ilaaha illa Alloh!!!</strong><br />
Sebagian orang memberikan makna yang salah terhadap kalimat Laa ilaaha illa Alloh. Maka di sini kami singgung secara ringkas, supaya kita tidak tertipu dengannya. Inilah di antara makna-makna salah tersebut:</p>
<p>1.    Tidak ada pencipta/ penguasa/ pemberi rizqi kecuali Alloh. Kalimat ini benar, tetapi ini bukan makna laa ilaaha illa Alloh. Karena orang-orang jahiliyah mengakui adanya Alloh dan kekuasaanNya, namun mereka mengingkari laa ilaaha illa Alloh.</p>
<p>2.    Tidak ada yang disembah (diibadahi) kecuali Alloh. Kalimat ini yang batil. Karena kalimat ini mengandung makna bahwa seluruh yang diibadahi manusia adalah Alloh. Padahal ada manusia yang menyembah patung, pohon, binatang, pusaka, manusia, jin, malaikat, dan sebagainya.</p>
<p>3.    Tidak ada hakim (pembuat hukum) kecuali Alloh. Ini adalah sebagian makna laa ilaaha illa Alloh, tetapi bukan maknanya.</p>
<p>4.    Tidak wujud kecuali Alloh. Sesungguhnya wujud itu ada Al-Kholiq (Alloh Sang Pencipta) dan ada makhluk (hamba yang diciptakan). Maka kalimat ini merupakan kebatilan.</p>
<p>5.    Mengeluarkan keyakinan dari hati terhadap makhluk, dan mema-sukkan kebesaran Alloh di dalam hati. Ini makna yang batil, tidak dikenal Salafush sholih.</p>
<p>{الْحَمْدً ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ}</p>
<p><strong><em>Disusun oleh:<br />
Muslim Atsari</em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurussunnah.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurussunnah.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurussunnah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurussunnah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurussunnah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurussunnah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurussunnah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurussunnah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurussunnah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurussunnah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurussunnah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurussunnah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurussunnah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurussunnah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurussunnah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurussunnah.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurussunnah.wordpress.com&amp;blog=1818032&amp;post=8&amp;subd=nurussunnah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurussunnah.wordpress.com/2008/05/23/makna-laa-ilaaha-illalloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e580f29f78caeef89aa639632ee1546?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurussunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SYAHADAT, cukupkah dengan perkataan?</title>
		<link>http://nurussunnah.wordpress.com/2008/05/23/syahadat-cukupkah-dengan-perkataan/</link>
		<comments>http://nurussunnah.wordpress.com/2008/05/23/syahadat-cukupkah-dengan-perkataan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 12:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurussunnah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurussunnah.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Syahadat sering diartikan dengan: persaksian; pengakuan; ikrar. Sesungguhnya syahadat memuat empat perkara, yaitu: perkataan, ilmu, keyakinan, dan amal. Dengan demikian orang yang mengikrarkan syahadatain, dia wajib mengikrarkan dan memberitahukan kepada orang lain, dengan disertai ilmu dan pemahaman tentang makna syahadatain, dengan keyakinan kebenaran kandungannya, dan pengamalan terhadap isinya. Alloh ta&#8217;ala berfirman: {قُلْ يَآأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurussunnah.wordpress.com&amp;blog=1818032&amp;post=7&amp;subd=nurussunnah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Syahadat sering diartikan de</span><span style="line-height:105%;">ngan: persaksian; pengakuan; ikrar. Sesungguhnya syahadat memuat empat perkara, yaitu: <strong>perkataan, ilmu, keyakinan, </strong>dan<strong> amal</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Dengan demikian orang yang mengikrarkan syahadatain, dia wajib mengikrarkan dan memberitahukan kepada orang lain, dengan disertai ilmu dan pemahaman tentang makna syahadatain, dengan keyakinan kebenaran kandungannya, dan pengamalan terhadap isinya.</span><span id="more-7"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Alloh <em>ta&#8217;ala</em></span><span style="line-height:105%;"> berfirman:</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-top:1pt;text-align:justify;line-height:105%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:105%;">{قُلْ يَآأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَآءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إِلاَّ اللهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللهِ فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="line-height:105%;">Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak beribadah kecuali kepada Alloh dan kita tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatupun. Dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah (tuhan) selain Alloh!”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: &#8220;Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Alloh)&#8221;. </span></em><span style="line-height:105%;">[</span><span style="line-height:105%;">QS. </span><span style="line-height:105%;">Ali ‘Imron (</span><span style="line-height:105%;">3</span><span style="line-height:105%;">)</span><span style="line-height:105%;">:</span><span style="line-height:105%;"> </span><span style="line-height:105%;">64</span><span style="line-height:105%;">]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Berikut ini adalah</span><span style="line-height:105%;"> rincian bagian syahadat:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:105%;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:105%;">Perkataan/pemberitahuan. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Orang yang bersyahadat harus menetapkan, mengucapkan dan memberitahukan kepada orang lain. Nabi </span><em><span style="line-height:105%;">shollallohu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="line-height:105%;"> bersabda:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:1pt;text-align:justify;line-height:105%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:105%;">((فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ<span> </span>لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ))</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:1pt;text-align:justify;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">“Sesungguhnya Alloh mengharamkan atas neraka terhadap orang yang mengucapkan Laa ilaaha illa Alloh, dia mencari wajah Alloh dengan (perkataan) nya.” </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">[H</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">adits </span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">S</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">hohih </span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">R</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">iwayat</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;"> Bukhari no:</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">425, 667, 686, 6423, 7938; Muslim no:</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">33, 657; dari ‘Itban bin Malik]</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah </span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">– <em>rohimahulloh </em>– </span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">(wafat 728 H) ber</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">-</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">kata: “Telah diketahui secara pasti di dalam agama dan telah disepakati oleh umat: bahwa fondasi Islam dan yang pertama kali diperintahkan kepada manusia adalah syahadat Laa ilaaha illa Alloh dan bahwa Muhammad utusan Alloh. Dengan itulah orang kafir menjadi muslim, musuh menjadi kekasih, orang yang halal darahnya dan hartanya menjadi terjaga darah dan hartanya. Kemudian jika dia bersyahadat itu dari hatinya, maka dia telah masuk ke dalam iman. Jika dia mengucapkannya dengan lidahnya tanpa hatinya, maka dia berada pada Islam secara lahiriyah, namun tanpa iman pada batinnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">Adapun jika dia tidak mengucap</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">-</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">kan syahadat, padahal mampu, maka dia kafir secara lahir batin dengan kesepakatan umat Islam, menurut Salaf (orang-orang dahulu) umat ini, imam-imamnya, dan mayoritas ulama”. </span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">[Kitab Fathul Majid, hlm: 73, karya: Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh, penerbit: Dar Ibni Hazm]</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">Imam Ibnu Abil ‘Izzi Al-Hanafi </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">– rohimahulloh –</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:105%;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">(wafat th: 792 H) berkata: “Ungkapan-ungkapan Salaf (ulama zaman dahulu) tentang “syahadat” berkisar pada makna: penetapan, keputusan, informasi, penjelasan, dan pemberitahuan. Semua perkataan ini benar, tidak bertentangan. Karena sesungguhnya “syahadat” memuat: perkataan dan berita orang yang bersaksi, dan memuat: informasinya, penjelasan</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">-</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">nya, dan pemberitahuannya”. [Kitab Minhatul Ilahiyah Fi Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal:</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">45]</span><span style="font-size:18pt;line-height:105%;" dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;margin:1pt 18pt 0.0001pt 0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:105%;">Ilmu. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Orang yang bersyahadat harus disertai ilmu. Maka orang yang mengikrarkan syahadatain wajib mengetahui makna syahadatain dengan sebenarnya. Alloh </span><span style="line-height:105%;">I</span><span style="line-height:105%;"> berfirman:</span></p>
<h5 style="margin-top:1pt;text-align:justify;line-height:105%;"><span style="font-size:18pt;line-height:105%;">{فَاعْلَمْ أَنَّهُ لآإِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ}</span></h5>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-top:1pt;text-indent:0;line-height:105%;"><span style="line-height:105%;">Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Ilah (Yang Haq) melainkan Alloh dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mu&#8217;min, laki-laki dan perempuan. Dan Alloh mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu. </span><span style="line-height:105%;font-style:normal;">[QS. Muhammad (47): 19]</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-top:1pt;text-indent:21.25pt;line-height:105%;"><span style="line-height:105%;">Dia juga berfirman:</span></p>
<h3 style="text-align:justify;line-height:105%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:1pt 1.05pt 0.0001pt 0;"><span style="line-height:105%;">{وَلاَ يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلاَّ مَن شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ}</span></h3>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:105%;"><em><span style="line-height:105%;">Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Alloh tidak dapat memberi syafa&#8217;at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa&#8217;at ialah) orang yang bersyahadat terhadap al-haq (tauhid; Laa ilaaha illa Alloh) dan mereka mengeta</span></em><em><span style="line-height:105%;">-</span></em><em><span style="line-height:105%;">hui(nya). </span></em><span style="line-height:105%;">[QS. Az-Zukhruf (43):</span><span style="line-height:105%;"> </span><span style="line-height:105%;">86]<em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Yaitu mereka bersyahadat Laa ilaaha illa Alloh <em>“dan mereka mengetahui”</em> dengan hati mereka apa yang diucapkan oleh lidah mereka. Jika seseorang mengucapkannya dengan tanpa mengetahui maknanya, kalimat itu tidak bermanfaat baginya, karena dia tidak meyakini apa kandu</span><span style="line-height:105%;">-</span><span style="line-height:105%;">ngannya”.<span> </span>[Lihat kitab Muqorror Tauhid Lishoffil Awwal Al-‘Ali, juz:</span><span style="line-height:105%;"> </span><span style="line-height:105%;">1, hlm: 52]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Nabi </span><em><span style="line-height:105%;">shollallohu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="line-height:105%;"> bersabda:</span></p>
<h4 style="margin-top:1pt;text-align:justify;line-height:105%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:18pt;line-height:105%;">((مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ))</span></h4>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-top:1pt;text-indent:0;line-height:105%;"><em><span style="line-height:105%;">Barangsiapa mati, dan dia <strong>mengetahui</strong> bahwa: Laa ilaaha illa Alloh, dia pasti masuk sorga</span></em><span style="line-height:105%;">. </span><span style="line-height:105%;">[</span><span style="line-height:105%;">Hadits Shohih Riwayat Muslim, no: 26]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;margin:1pt 18pt 0.0001pt 0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:105%;">I’tiqod (keyakinan).</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Orang yang bersyahadat harus meyakini kebenaran apa yang dia beritahukan. Syaikh Muhammad Kholil Harros (wafat 1975 M) mengatakan: “Syahadat adalah: Memberitahukan sesuatu, dengan ilmu terhadapnya, dan keyakinan terhadap kebenaran dan kepas</span><span style="line-height:105%;">-</span><span style="line-height:105%;">tiannya. Dan syahadat tidak dianggap kecuali dengan disertai pengakuan dan ketundukan, dan hati mencocoki lidahnya. Karena Alloh </span><span style="line-height:105%;">I</span><span style="line-height:105%;"> menyata</span><span style="line-height:105%;">-</span><span style="line-height:105%;">kan kedustaan orang-orang munafik di dalam perkataan mereka:</span></p>
<h5 style="margin-top:1pt;text-align:justify;line-height:105%;"><span style="font-size:18pt;line-height:105%;">{نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللهِ}</span></h5>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-top:1pt;text-indent:0;line-height:105%;"><span style="line-height:105%;">&#8220;Kami bersyahadat (mengakui) bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Alloh&#8221;. </span><span style="line-height:105%;font-style:normal;">[QS. </span><span style="line-height:105%;font-style:normal;">Al-Munafiqun (</span><span style="line-height:105%;font-style:normal;">63):</span><span style="line-height:105%;font-style:normal;"> </span><span style="line-height:105%;font-style:normal;">1]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Sedangkan mereka telah mengu</span><span style="line-height:105%;">-</span><span style="line-height:105%;">capkannya dengan lidah mereka”. [Kitab Syarah Al-</span><span style="line-height:105%;">‘</span><span style="line-height:105%;">Aqidah Al-Wasithiyyah, hlm: 55, karya Syaikh Muhammad Kholil Harros, diteliti oleh: Syaikh ‘Alwi bin Abdul Qodir As-Saqqof]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;margin:1pt 18pt 0.0001pt 0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:105%;">Amal.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Orang yang bersyahadat harus mengamalkan isi syahadatnya, jika tidak itu bukanlah syahadat. Alloh </span><span style="line-height:105%;">ta&#8217;ala</span><span style="line-height:105%;"> </span><span style="line-height:105%;">berfirman:</span></p>
<h3 style="text-align:justify;line-height:105%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:1pt 1.05pt 0.0001pt 0;"><span style="line-height:105%;">{وَمَن يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى}</span></h3>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-top:1pt;text-indent:0;line-height:105%;"><em><span style="line-height:105%;">Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Alloh, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh</span></em><em><span style="line-height:105%;">. </span></em><span style="line-height:105%;">[</span><span style="line-height:105%;">QS. </span><span style="line-height:105%;">Luqman (</span><span style="line-height:105%;">31</span><span style="line-height:105%;">)</span><span style="line-height:105%;">:</span><span style="line-height:105%;"> </span><span style="line-height:105%;">22]<em></em></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-top:1pt;text-indent:21.25pt;line-height:105%;"><span style="line-height:105%;">Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh (wafat th: 1285 H) menjelaskan sabda Nabi </span><em><span style="line-height:105%;">shollallohu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="line-height:105%;">: <em>“Barang</em></span><em><span style="line-height:105%;">-</span></em><em><span style="line-height:105%;">siapa bersyahadat Laa ilaaha illa Alloh”</span></em><span style="line-height:105%;">, beliau berkata: “Yaitu: Barangsiapa mengucapkannya de</span><span style="line-height:105%;">-</span><span style="line-height:105%;">ngan mengetahui maknannya, menga</span><span style="line-height:105%;">-</span><span style="line-height:105%;">malkan kandungannya secara lahir batin. Di dalam syahadatain wajib ada ilmu, keyakinan, dan amalan terhadap kandungannya”. [Kitab Fathul Majid, hlm: 35, karya: Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh, penerbit: Dar Ibni Hazm]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Dengan penjelasan ini kita mengetahui bahwa: syahadat yang akan menyelamatkan seseorang dari api neraka dan memasukkan ke dalam sorga, bukanlah sekedar mengucap</span><span style="line-height:105%;">-</span><span style="line-height:105%;">kan dua kalimat syahadat di hadapan penghulu saat pernikahan. Akan tetapi, selain mengikrarkan, orang itu harus memahami makna dan kandu</span><span style="line-height:105%;">-</span><span style="line-height:105%;">ngan kedua kalimat syahadat tersebut, meyakininya, dan mengamalkan kandungannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;">Inilah yang kami sampaikan semoga bermanfaat. Hanya Alloh tempat mohon pertolongan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:left;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;"> </span></p>
<h1 style="margin-top:1pt;text-align:right;line-height:105%;"><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">Disusun </span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">oleh</span><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">:</span></h1>
<h1 style="margin-top:1pt;text-align:right;line-height:105%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:105%;">Muslim Atsari</span></em></strong><em></em></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:left;text-indent:21.25pt;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:left;line-height:105%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="line-height:105%;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurussunnah.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurussunnah.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurussunnah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurussunnah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurussunnah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurussunnah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurussunnah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurussunnah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurussunnah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurussunnah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurussunnah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurussunnah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurussunnah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurussunnah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurussunnah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurussunnah.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurussunnah.wordpress.com&amp;blog=1818032&amp;post=7&amp;subd=nurussunnah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurussunnah.wordpress.com/2008/05/23/syahadat-cukupkah-dengan-perkataan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e580f29f78caeef89aa639632ee1546?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurussunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEDUDUKAN SYAHADATAIN</title>
		<link>http://nurussunnah.wordpress.com/2007/11/02/kedudukan-syahadatain/</link>
		<comments>http://nurussunnah.wordpress.com/2007/11/02/kedudukan-syahadatain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2007 08:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurussunnah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurussunnah.wordpress.com/2007/11/02/kedudukan-syahadatain/</guid>
		<description><![CDATA[Dua syahadat, syahadat Laa ilaaha illa Alloh dan syahadat Muhammad Rosululloh, memiliki kedudukan yang sangat penting di dalam agama Islam. Laa ilaaha illa Alloh merupakan kalimat tauhid, sedangkan syahadat Muhammad Rosululloh shollallohu &#8216;alaih wa sallam merupakan jalan dan prakteknya. Sehingga kedua syahadat ini tidak dapat dipisahkan. Jika disebut syahadat Laa ilaaha illa Alloh, maka ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurussunnah.wordpress.com&amp;blog=1818032&amp;post=6&amp;subd=nurussunnah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Dua syahadat, syahadat <em>Laa ilaaha illa Alloh</em> dan syahadat <em>Muhammad Rosululloh</em>, memiliki kedudukan yang sangat penting di dalam agama Islam. Laa ilaaha illa Alloh merupakan kalimat tauhid, sedangkan syahadat Muhammad Rosululloh </span><em><span>shollallohu &#8216;alaih wa sallam</span></em><span> merupakan jalan dan prakteknya. Sehingga kedua syahadat ini tidak dapat dipisahkan. Jika disebut syahadat Laa ilaaha illa Alloh, maka ini mengharuskan syahadat Muhammad Rosululloh. Dan jika disebut syahadat Muhammad Rosululloh, maka ini mengandung syahadat Laa ilaaha illa Alloh.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Untuk mengetahui hal ini, di sini akan kami sampaikan beberapa keterangan yang menunjukkan tingginya nilai syahadatain.</span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span></span><span id="more-6"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right:1.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-family:'Book Antiqua';color:blue;">Syahadatain Merupakan Jalan Ke Surga</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Nabi Muhammad </span><em><span>shollallohu &#8216;alaih wa sallam</span></em><span> </span><span>bersabda:</span><span></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="text-align:right;" align="left"><span dir="rtl"></span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span dir="rtl"></span>((مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةُ))</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span dir="ltr"></span><em><span style="font-size:12pt;"><span dir="ltr"></span>“Barangsiapa bersyahadat (bersak</span></em><em><span style="font-size:12pt;">-</span></em><em><span style="font-size:12pt;">si) Laa ilaaha illa Alloh, dia pasti akan masuk sorga”.</span></em><span style="font-size:12pt;"> </span><span style="font-size:12pt;">[</span><span style="font-size:12pt;">H</span><span style="font-size:12pt;">adits </span><span style="font-size:12pt;">S</span><span style="font-size:12pt;">hohih </span><span style="font-size:12pt;">R</span><span style="font-size:12pt;">iwayat</span><span style="font-size:12pt;"> Al-Bazzar dari Ibnu ‘Umar. Lihat: Ash-Shohihah no:</span><span style="font-size:12pt;"> </span><span style="font-size:12pt;">2344; Shohihul Jami’ no:</span><span style="font-size:12pt;"> </span><span style="font-size:12pt;">6318</span><span style="font-size:12pt;">]</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Beliau </span><em><span>shollallohu &#8216;alaih wa sallam</span></em><span> juga bersabda:</span><span></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="text-align:right;" align="left"><span dir="rtl"></span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span dir="rtl"></span>((مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ , حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ النَّارَ))</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span dir="ltr"></span><em><span style="font-size:12pt;"><span dir="ltr"></span>“Barangsiapa bersyahadat (bersak</span></em><em><span style="font-size:12pt;">-</span></em><em><span style="font-size:12pt;">si) Laa ilaaha illa Alloh, dan bahwa Muhammad adalah Rasul Alloh, niscaya Alloh haramkan neraka atasnya.”</span></em><span style="font-size:12pt;"> [H</span><span style="font-size:12pt;">adits </span><span style="font-size:12pt;">S</span><span style="font-size:12pt;">hohih </span><span style="font-size:12pt;">R</span><span style="font-size:12pt;">iwayat</span><span style="font-size:12pt;"> Ahmad, Muslim, Tirmidzi, dari ‘Ubadah. Shohih Al-Jami’ush Shoghir, no:</span><span style="font-size:12pt;"> </span><span style="font-size:12pt;">6319]</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span style="font-size:12pt;">Beliau <em>shollallohu &#8216;alaih wa sallam</em> juga bersabda:</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="text-align:right;" align="left"><span dir="rtl"></span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span dir="rtl"></span>((مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْـدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةَ حَقٌّ وَالنَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ))</span><span dir="ltr" style="font-size:12pt;"></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><em><span style="font-size:12pt;">“Barangsiapa bersyahadat (bersaksi)</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:-18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;margin:0 31.5pt 0.0001pt 18pt;" align="left"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><em><span style="font-size:12pt;">Laa ilaaha illa Alloh, tidak ada sekutu bagiNya, </span></em></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:-18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;margin:0 31.5pt 0.0001pt 18pt;" align="left"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><em><span style="font-size:12pt;">dan bahwa Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya, </span></em></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:-18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;margin:0 31.5pt 0.0001pt 18pt;" align="left"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><em><span style="font-size:12pt;">dan bahwa Isa adalah hambaNya, RasulNya, dan kalimatNya yang Dia berikan kepada Maryam, serta ruh (ciptaan)Nya, </span></em></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:-18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;margin:0 31.5pt 0.0001pt 18pt;" align="left"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><em><span style="font-size:12pt;">dan bahwa sorga benar-benar ada, </span></em></span><em><span style="font-size:12pt;"></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:-18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;margin:0 31.5pt 0.0001pt 18pt;" align="left"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><em><span style="font-size:12pt;">dan bahwa neraka benar-benar ada, </span></em></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><em><span style="font-size:12pt;">pasti Alloh akan memasukkannya ke dalam sorga sesuai dengan amalannya.”</span></em><span style="font-size:12pt;"> [H</span><span style="font-size:12pt;">adits </span><span style="font-size:12pt;">S</span><span style="font-size:12pt;">hohih </span><span style="font-size:12pt;">R</span><span style="font-size:12pt;">iwayat</span><span style="font-size:12pt;"> Bukhari, no: 3435; Muslim, no: 28; dari ‘Ubadah bin Ash-Shomit</span><span style="font-size:12pt;">]</span><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;" align="left"><span>Al-Qodhi ‘Iyadh –semoga Alloh merahmatinya- berkata: “Apa yang tersebut di dalam hadits Ubadah, adalah khusus bagi orang yang mengucapkan apa yang telah disebutkan oleh Nabi </span><em><span>shollallohu &#8216;alaih wa sallam</span></em><span>, dan dia menggabungkan pada syahadatain dengan hakekat iman dan tauhid yang telah tersebut di dalam hadits itu. Sehingga dia akan mendapatkan balasan yang akan memberatkan (kebaikannya) terhadap keburukan-keburukannya, dan menyebabkan ampunan dan rohmat baginya serta masuk sorga pada awal waktu”. [</span><span>Kitab Fathul Majid, hlm: 42, karya: Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh, penerbit: Dar Ibni Hazm]</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;" align="left"><strong><span></span><span style="font-family:'Book Antiqua';color:blue;">Syahadatain Merupakan Rukun Islam Yang Pertama</span></strong></p>
<h6 align="left"><span dir="rtl" style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';"> </span></h6>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Maka syahadatain merupakan kewajiban<span>   </span>pertama dan terbesar atas hamba.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Nabi </span><em><span>shollallohu &#8216;alaih wa sallam</span></em><span> bersabda: </span><span></span></p>
<p class="MsoBodyText3" dir="rtl" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="left"><span dir="rtl"></span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span dir="rtl"></span>((بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ))</span><strong><span dir="ltr"></span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:0;" align="left"><em><span>Islam dibangun di atas lima (tiang): syahadat Laa ilaaha illa Alloh dan syahadat Muhammad Rosululloh; menegakkan sholat; membayar zakat; haji; dan puasa Romadhon.</span></em><span> </span><span>[</span><span>Hadits Shohih Riwayat Bukhori, no: 8; Muslim, no: 16; dll]</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Imam Ibnu Rojab Al-Hambali (wafat tahun 795 H) berkata: “Maksud hadits ini adalah menggam</span><span>-</span><span>barkan Islam sebagai bangunan, tiang-tiangnya adalah lima ini. Maka Islam tidak akan berdiri tanpa lima ini. Adapun bagian-bagian Islam lainnya (selain lima ini), merupakan pelengkap bangunan. Jika ada di antara bagiannya tidak ada, maka bangunan itu kurang, dan masih tegak, tidak roboh dengan sebab berkurangnya bagian itu. Berbeda dengan robohnya lima tiang ini. Karena sesungguhnya Islam akan hilang dengan tiadanya lima tiang semuanya, tanpa keraguan. Demikian juga, Islam hilang dengan ketiadaan syahadatain”. [Kitab Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam, juz: 1, hlm:</span><span> </span><span>145; tahqiq: Syakh Syu’aib Al-Arnauth dan Syaikh Ibrohim Bajis]</span><span style="font-family:'Book Antiqua';color:blue;"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-family:'Book Antiqua';color:blue;">Syahadatain Merupakan Pintu Gerbang Menuju Islam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span> </span></p>
<p class="MsoPlainText" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Ketika Rosululloh </span><span style="font-size:12pt;font-family:'AGA Arabesque';">r</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman, beliau bersabda kepadanya: </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"></span></p>
<p class="MsoPlainText" dir="rtl"><span dir="rtl"></span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span dir="rtl"></span>((إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوْهُمْ إِلَيْهِ أَنْ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ))</span><span dir="ltr" style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"></span></p>
<p class="MsoPlainText" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">“Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum Ahli Kitab, maka jadikanlah yang pertama kali engkau serukan kepada mereka adalah syahadat Laa ilaaha illa Alloh”. </span></em><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[H</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">adits </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">R</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">iwayat </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Bukhari no:</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">4347; Muslim no:</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">(29)(30)]</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Oleh karena itulah, tanpa syahadatain, Islam tidak ada. </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (wafat th: 728 H) berkata: “Tiap-tiap orang kafir (wajib) diajak kepada syahadatain, baik orang kafir itu adalah seorang mu’aththil (orang yang tidak percaya adanya Alloh), atau musyrik (orang yang menyekutukan Alloh), atau Kitabi (orang Yahudi atau Nashrani). Dengan syahadatain itulah orang kafir menjadi orang Islam, dan dia tidak menjadi orang Islam kecuali dengan itu”. [Dar’ut Ta’arudh, juz: 8, hlm: 7]</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="text-align:right;" align="left"><span dir="ltr" style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="margin-right:1.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';color:blue;">Tauhid Adalah Sebab Disyari’atkannya Jihad</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span style="font-size:12pt;">Alloh <em>ta&#8217;ala </em>berfirman:</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="text-align:right;" align="left"><span dir="rtl"></span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span dir="rtl"></span>{وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ ِللَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ}</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><em><span style="font-size:12pt;">Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah (syirik) lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Alloh belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zholim. </span></em><span style="font-size:12pt;">[QS. Al-Baqoroh </span><span style="font-size:12pt;">(</span><span style="font-size:12pt;">2</span><span style="font-size:12pt;">)</span><span style="font-size:12pt;">:</span><span style="font-size:12pt;"> </span><span style="font-size:12pt;">193]</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span style="font-size:12pt;">Arti fitnah dalam ayat di atas adalah syirik, sebagaimana pendapat para ahli tafsir yang disebutkan oleh imam Ibnu Katsir di dalam tafsirnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span style="font-size:12pt;">Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di –rohimahulloh</span><span style="font-size:12pt;"> –</span><span style="font-size:12pt;"> berkata di dalam Tafsirnya pada ayat ini: “Alloh menyebutkan maksud peperangan di jalanNya, yaitu bahwa maksudnya bukanlah untuk menumpahkan darah orang-orang kafir dan mengambil harta mereka. Tetapi maksudnya agar agama itu hanya untuk Alloh belaka, sehingga agama Alloh menjadi menang di atas agama-agama lainnya, dan untuk menolak perkara-perkara yang bertentangan dengan agama, seperti syirik dan lainnya, inilah yang dimaksud dengan fitnah. Maka jika maksud ini telah tercapai, tidak ada</span><span style="font-size:12pt;"> </span><span style="font-size:12pt;">lagi pembunuhan dan peperangan.” [Kitab Taisir Karimir Rahman Fi Tafsir Kalamil Mannan, surat Al-Baqoroh, ayat: 193]</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span style="font-size:12pt;">Rosululloh <em>shollallohu &#8216;alaih wa sallam</em></span><span style="font-size:12pt;"> </span><span style="font-size:12pt;">juga menjelaskan tujuan jihad dalam Islam dengan sabda beliau:</span><span style="font-size:12pt;"></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="margin-right:4.2pt;text-align:right;" align="left"><span dir="rtl"></span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span dir="rtl"></span>((أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ اْلإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ))</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span dir="ltr"></span><em><span style="font-size:12pt;"><span dir="ltr"></span>“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersyahadat (bersaksi) Laa ilaaha illa Alloh dan Muhammad Rosululloh, menegakkan sholat, dan membayar zakat. Jika mereka telah melakukannya, mereka telah menjaga darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, dan perhitungan mereka di sisi Alloh.” </span></em><span style="font-size:12pt;">[H</span><span style="font-size:12pt;">adits </span><span style="font-size:12pt;">S</span><span style="font-size:12pt;">hohih </span><span style="font-size:12pt;">R</span><span style="font-size:12pt;">iwayat</span><span style="font-size:12pt;"> Bukhari, no: 25; Muslim, no: 22; dan lainnya, dari Ibnu Umar</span><span style="font-size:12pt;">]</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="margin-left:36pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;text-indent:21.3pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Setelah kita mengetahui keuta</span><span>-</span><span>maan dan kedudukan syahadatain yang sangat tinggi ini, maka kita wajib mengerahkan segenap kemam</span><span>-</span><span>puan untuk memahami dengan sebenar-benarnya masalah syahadat ini. Hanya Alloh tempat mohon pertolongan.</span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الْحَمْدً ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ</span><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><em><span>Disusun oleh:</span></em></strong><strong><em><span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span>Muslim Atsari</span></em></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span>(Nurussunnah Th I ed 13)</span></em><span></span></p>
<h4 align="left"><span style="font-style:normal;"> </span></h4>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span dir="ltr"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurussunnah.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurussunnah.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurussunnah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurussunnah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurussunnah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurussunnah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurussunnah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurussunnah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurussunnah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurussunnah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurussunnah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurussunnah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurussunnah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurussunnah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurussunnah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurussunnah.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurussunnah.wordpress.com&amp;blog=1818032&amp;post=6&amp;subd=nurussunnah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurussunnah.wordpress.com/2007/11/02/kedudukan-syahadatain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e580f29f78caeef89aa639632ee1546?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurussunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEWAJIBAN PERTAMA</title>
		<link>http://nurussunnah.wordpress.com/2007/11/01/kewajiban-pertama/</link>
		<comments>http://nurussunnah.wordpress.com/2007/11/01/kewajiban-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 06:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurussunnah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurussunnah.wordpress.com/2007/11/01/kewajiban-pertama/</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya Alloh telah menciptakan manusia, dari tidak ada menjadi hidup di dunia ini. Alloh juga telah memberikan rejeki dan berbagai keperluan hidup manusia selama di dunia ini. Dia juga memberikan akal dan naluri, yang dengannya -secara global- manusia dapat membedakan apa-apa yang bermanfaat baginya dan yang membahayakannya. Alloh menjadikan manusia dapat mendengar, melihat, berfikir, berbicara, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurussunnah.wordpress.com&amp;blog=1818032&amp;post=3&amp;subd=nurussunnah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#333399;">Sesungguhnya Alloh telah menciptakan manusia, dari tidak ada menjadi hidup di dunia ini. Alloh juga telah memberikan rejeki dan berbagai keperluan hidup manusia selama di dunia ini. Dia juga memberikan akal dan naluri, yang dengannya </span><span style="color:#333399;">-</span><span style="color:#333399;">secara global- manusia dapat membedakan apa-apa yang bermanfaat baginya dan yang membahayakannya.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-indent:18pt;"><span style="color:#333399;">Alloh menjadikan manusia dapat mendengar, melihat, berfikir, berbicara, dan berusaha. Sesungguhnya itu semua sebagai sarana-sarana ujian, apakah manusia akan bersyukur kepada Penciptanya, beribadah kepadaNya semata, taat dan tunduk terhadap syari’atNya, ataukah mengingkari kenikmatan dan menentang terhadap agamaNya.<br />
</span><span id="more-3"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Alloh berfirman:</span><span style="color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="margin-top:3.5pt;text-align:right;" align="left"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span style="font-size:14pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:#333399;"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span>{هَلْ أَتَى عَلَى الإِنسَانِ حِيٌن مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا(1) إِنَّا خَلَقْنَا اْلإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا(2) إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا}</span><span dir="ltr" style="font-size:12pt;color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoBodyText2" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;" align="left"><em><span style="font-size:12pt;color:#333399;">Bukankah telah datang pada manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. </span></em><span style="font-size:12pt;color:#333399;">[</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">QS. Al-Insan </span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">(</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">76</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">)</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">:</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;"> 1-</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">3</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">]</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Oleh karena itulah, manusia wajib mengetahui apakah kewajiban pertama kali yang harus dia lakukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;"> </span></p>
<h2 align="left"><span style="color:#333399;">DUA SYAHADAT KEWAJIBAN PERTAMA HAMBA</span></h2>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Sesungguhnya banyak dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah yang menunjukkan bahwa kewajiban pertama manusia adalah dua syahadat, syahadat Laa ilaaha illa Alloh dan syahadat Muhammad Rosululloh. Inilah yang disebut dengan tauhid.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Tauhid adalah perintah Allah yang pertama kali, sehingga merupakan kewajiban pertama kali yang harus ditunaikan dan jalan pertama kali yang harus ditempuh seorang hamba. Sebaliknya, lawan tauhid, yaitu syirik merupakan larangan pertama kali.</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:#333399;">Kita dapati fi’il amr (kata perintah) pertama kali di dalam Al-Qur’an adalah tauhid, yaitu:</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="margin-top:3.5pt;text-align:right;" align="left"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span style="font-size:14pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:#333399;"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span>{يَآ أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ(21)}</span><span dir="ltr" style="font-size:12pt;font-family:Naskh;color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><em><span style="font-size:12pt;color:#333399;">Hai manusia, beribadahlah kepada Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.</span></em><span style="font-size:12pt;color:#333399;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">[</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">QS. </span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">Al-Baqoroh (</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">2</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">)</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">:</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">21</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">]</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span style="font-size:12pt;color:#333399;">Imam Ibnu Abil ‘Izzi Al-Hanafi <em>rohimahulloh</em> berkata: “Oleh karena inilah, yang benar bahwa kewajiban pertama kali atas seorang mukallaf adalah syahadat Laa ilaaha illah Allah, sehingga tauhid merupakan kewajiban pertama kali dan kewajiban terakhir kali, sebagaimana Nabi <em>shollallohu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="margin-top:3.5pt;text-align:right;" align="left"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#333399;"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span>((مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ))</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><em><span style="font-size:12pt;color:#333399;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span>“Barangsiapa akhir perkataannya Laa ilaaha illa Allah, niscaya dia masuk sorga.”</span></em><span style="font-size:12pt;color:#333399;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">[</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">H</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">adits Shohih Riwayat</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;"> Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Hakim, dari Mu’adz bin Jabal. Lihat Shohih Al-Jami’ush Shaghir, no:</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">6479. Lihat kitab Minhatul Ilahiyah Fi Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal:</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">45</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">]</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Oleh karena itulah, jalan dakwah yang digariskan oleh Nabi Muhammad </span><em><span style="color:#333399;">shollallohu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#333399;"> kepada para sahabatnya adalah memulai dengan tauhid, syahadatain. </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Nabi </span><em><span style="color:#333399;">shollallohu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#333399;"> bersabda </span><span style="color:#333399;">kepada Muadz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman:</span><span style="color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoPlainText" dir="rtl" style="margin-top:3.5pt;"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#333399;"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span>((إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوْهُمْ إِلَيْهِ أَنْ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ فَإِنْ أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ))</span><span dir="ltr" style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoPlainText" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';color:#333399;">“Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum Ahli Kitab, maka jadikanlah yang pertama kali engkau serukan kepada mereka adalah syahadat Laa ilaaha illa Allah. Jika mereka telah mentaatimu tentang hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan lima kali shalat sehari semalam kepada mereka. </span></em><em><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';color:#333399;"></span></em></p>
<p class="MsoPlainText" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';color:#333399;">Jika mereka telah mentaatimu tentang hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan zakat kepada mereka. Zakat itu diambil dari orang-orang kaya mereka dan diberikan kepada orang-orang miskin mereka”.</span></em><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';color:#333399;"> [H</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';color:#333399;">adits Shohih Riwayat </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';color:#333399;">Bukhari no:</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';color:#333399;"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';color:#333399;">4347; Muslim no:</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';color:#333399;"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';color:#333399;">(29)(30)]</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Dan dalil lain tentang hal ini adalah: bahwa syahadatain merupakan rukun Islam yang pertama, sehingga otomatis merupakan kewajiban yang pertama. Nabi </span><em><span style="color:#333399;">shollallohu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#333399;"> bersabda:</span><span style="color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoBodyText3" dir="rtl" style="margin-top:3.5pt;text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="left"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#333399;"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span>((بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ))</span><span dir="ltr" style="font-size:18pt;color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="color:#333399;">Islam dibangun di atas lima (tiang): syahadat Laa ilaaha illa Alloh dan syahadat Muhammad Rosululloh; menegakkan sholat; membayar zakat; haji; dan puasa Romadhon</span></em><span style="color:#333399;">. [Hadits Shohih Riwayat Bukhori, no: 8; Muslim, no: 16; dll</span><span style="color:#333399;">]</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Imam Ibnul Mundzir berkata: “Setiap ulama yang aku menghafal ilmu darinya telah sepakat: bahwa jika seorang kafir mengatakan: <em>Asy-hadu an laa ilaaha illa Alloh wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluhu</em> (Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Alloh, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Alloh dan utusanNya), dan bahwa yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah haq (benar), dan aku berlepas diri kepada Alloh dari seluruh agama yang menyelisihi agama Islam,</span><span style="color:#333399;"> </span><span style="color:#333399;">-ketika mengatakannya itu dia sudah dewasa, sehat dan berakal- maka dia seorang muslim. Jika setelah itu dia kembali (kafir), yaitu menampakkan kekafiran, maka dia menjadi orang murtad”. [Al-Ijma’, hlm: 154; dinukil dari kitab Mauqif Ibni Taimiyah minal Asya’iroh, juz: 3, hlm: 940; karya: Dr. Abdurrohman bin Sholih bin Sholih Al-Mahmud</span><span style="color:#333399;">]</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl" style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#333399;"> </span></p>
<h2 align="left"><span style="color:#333399;">ANGGAPAN SALAH</span></h2>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Setelah kita mengetahui penjelasan di atas, maka kita akan mengetahui kesalahan pendapat-pendapat manusia tentang kewajiban pertama atas manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Sebagian orang beranggapan bahwa kewajiban manusia pertama kali adalah “berfikir dengan benar, sehingga membawa kepada pengetahuan tentang barunya alam semesta”.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Sebagian orang beranggapan bahwa kewajiban manusia pertama kali adalah “niat berfikir dengan benar”.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Sebagian orang beranggapan bahwa kewajiban manusia pertama kali adalah “ragu-ragu”.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Sebagian orang beranggapan bahwa kewajiban manusia pertama kali adalah “mengenal adanya Alloh”.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Semua pendapat di atas</span><span style="color:#333399;">,</span><span style="color:#333399;"> kesimpulannya adalah bahwa kewajiban pertama manusia adalah berfikir sehingga meyakini bahwa dunia ini ada yang menciptakan, yaitu Alloh <em>ta&#8217;ala</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Ini merupakan kesalahan besar! Karena sesungguhnya fithroh manusia telah mengenal adanya Alloh. Oleh karena itulah para Nabi dan Rosul mengatakan kepada umat mereka:</span><span style="color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="margin-top:3.5pt;text-align:right;" align="left"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span style="font-size:14pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:#333399;"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span>{قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ}</span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="left"><em><span style="font-size:12pt;color:#333399;">Berkata rasul-rasul mereka:</span></em><em><span style="font-size:12pt;color:#333399;"> </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:#333399;">&#8220;Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi?”</span></em><span style="font-size:12pt;color:#333399;"> [QS. Ibrohim </span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">(</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">14</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">)</span><span style="font-size:12pt;color:#333399;">:10]</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;">Demikian juga bahwa semata-mata mengakui adanya Alloh tidaklah menjadikan orang itu beriman atau Islam, karena orang-orang musyrik jahiliyah juga meyakini adanya Alloh. Hal itu disebutkan dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an.</span><span style="color:#333399;"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;text-indent:18pt;" align="left"><span style="color:#333399;font-style:normal;">Inilah</span><span style="color:#333399;font-style:normal;">,</span><span style="color:#333399;font-style:normal;"> mudahmudahan bermanfaat. Semoga Alloh selalu membimbing kita di atas jalan yang lurus.</span><span style="color:#333399;font-style:normal;"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:#333399;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:right;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="right"><em><span style="color:red;">Disusun oleh:</span></em></p>
<h4 align="right"><span style="color:red;">Muslim Atsari</span><br />
<em>Nurussunnah Th I ed 12</em></h4>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-top:3.5pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;color:#333399;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:left;" align="right"><span dir="ltr" style="color:#333399;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurussunnah.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurussunnah.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurussunnah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurussunnah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurussunnah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurussunnah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurussunnah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurussunnah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurussunnah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurussunnah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurussunnah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurussunnah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurussunnah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurussunnah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurussunnah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurussunnah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurussunnah.wordpress.com&amp;blog=1818032&amp;post=3&amp;subd=nurussunnah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurussunnah.wordpress.com/2007/11/01/kewajiban-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e580f29f78caeef89aa639632ee1546?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurussunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
